Sewa Ruangan Hotel

SURAT DIRJEN PAJAK
NOMOR S-1228/PJ.313/2006 TANGGAL 26 DESEMBER 2006
TENTANG
PENEGASAN MENGENAI PPH PASAL 23

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor XXX tanggal 3 Oktober 2006 perihal tersebut di atas, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Dalam surat Saudara dikemukakan bahwa:
a. Wajib Pajak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengadakan meeting dalam rangka rapat persiapan pembangunan gedung kantor PPATK di Hotel AAA. Hotel AAA memberikan paket meeting selama dua hari satu malam dengan fasilitas yang terdiri atas ruangan meeting, kamar penginapan serta konsumsi (makan pagi/siang/malam dan tea/coffee break).
b. Berkaitan dengan pemotongan dan pemungutan PPh Pasal 23, ada beberapa pendapat sebagai berikut:
– KPPN Jakarta I berpendapat bahwa sesuai dengan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-170/PJ/2002 tentang Jenis Jasa Lain dan Perkiraan Penghasilan Neto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-Undang nomor 7 TAHUN 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang nomor 17 TAHUN 2000 Lampiran II angka 5 huruf c yang menyatakan jasa lain selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan kepada APBN/APBD terutang PPh Pasal 23 sebesar 15% X 10% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN;
– Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 29 TAHUN 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 5 TAHUN 2002 dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK.04/1996 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pemotongan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari persewaan tanah dan/atau bangunan sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK.03/2002 tanggal 1 April 2002 tentang Tata Cara Pemotongan dan Pembayaran serta Pelaporan Pajak Penghasilan dari persewaan tanah dan/atau bangunan yang diatur pelaksanaannya dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-227/PJ/2002 tanggal 23 April 2002 antara lain bahwa penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan sehubungan dengan persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah susun, apartemen, gedung perkantoran, pertokoan, atau gedung pertemuan termasuk bagiannya, rumah kantor, toko, rumah toko, gudang dan bangunan industri terutang pajak penghasilan yang bersifat final
c. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Saudara mohon penegasan mengenai aturan mana yang harus diterapkan berkenaan dengan masalah tersebut.
2. Berdasarkan Undang-Undang nomor 7 TAHUN 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang nomor 17 TAHUN 2000 (UU PPh), diatur sebagai berikut:
a. Pasal 4 ayat (2), atas penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan-tabungan lainnya, penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek, penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan serta penghasilan tertentu lainnya, pengenaan pajaknya diatur dengan Peraturan Pemerintah;
b. Pasal 23 ayat (1) huruf c, atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, dipotong pajak oleh pihak yang wajib membayarkan sebesar 15% (lima belas persen) dari perkiraan penghasilan neto atas:
1) sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
2) imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21.
3. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 29 TAHUN 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002, antara lain diatur bahwa:
a. Pasal 1, atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah susun, apartemen, kondominium, gedung perkantoran, rumah kantor, toko, rumah toko, gudang dan industri, wajib dibayar Pajak Penghasilan;
b. Pasal 2 ayat (1), atas penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 yang diterima atau diperoleh dari penyewa yang bertindak atau ditunjuk sebagai Pemotong Pajak, wajib dipotong Pajak Penghasilan oleh penyewa;
c. Pasal 3, besarnya Pajak Penghasilan yang wajib dipotong atau dibayar sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan/atau bangunan dan bersifat final.
4. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-170/PJ/2002 tentang Jenis Jasa Lain dan Perkiraan Penghasilan Neto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang nomor 17 TAHUN 2000 Lampiran II angka 5 huruf c, diatur bahwa jasa lain selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan kepada APBN/APBD terutang PPh Pasal 23 sebesar 15% X 10% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN.
5. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dengan ini ditegaskan bahwa:
a. Atas penyewaan kamar dan ruangan meeting hotel yang menawarkan meeting package yang meliputi kamar, ruang meeting dan makanan untuk peserta, yang dilakukan oleh PPATK, tidak termasuk dalam pengertian persewaan ruangan sebagaimana dimaksud dalam butir 3 di atas;
b. Atas penghasilan yang diperoleh Hotel AAA dari jasa tersebut, sepanjang pembayarannya dibebankan kepada APBN/APBD terutang PPh Pasal 23 sebesar 15% X 10% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN.
Demikian untuk dimaklumi.

A.n. DIREKTUR JENDERAL,
PJ. DIREKTUR,
ttd
ROBERT PAKPAHAN

download

This entry was posted in Seputar Surat Dirjen Pajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s